detail proyek
Tahun implementasi
2017
Pelaksana
Harapan Bersama
Vegetasi
Kedalaman
1.5 m
Lebar
3 m
Spillway
40 cm
Tutupan hutan gambut adalah data tutupan hutan yang berada di atas lahan gambut. Tutupan hutan yang dimaksud adalah hutan primer dan sekunder berdasarkan data tutupan lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang terdiri dari kelas hutan lahan kering primer dan sekunder, hutan rawa primer dan sekunder, hutan mangrove primer dan sekunder. Data dihasilkan dari pengamatan citra satelit Landsat.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, 2019
Fungsi ekologis ekosistem gambut yang ditetapkan oleh kementerian terkait. Fungsi ekosistem gambut terdiri dari 2 kelas yaitu:
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, 2017
Penutupan lahan skala nasional memiliki 22 kelas penutupan lahan dengan 7 kelas penutupan hutan dan 15 kelas penutupan bukan hutan. Penetapan standar kelas ini didasarkan pada pemenuhan kepentingan di lingkup Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan secara khusus dan institusi-institusi terkait tingkat nasional secara umum. (SNI 7645-2010)
Tahun 2017
Tahunan
Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan
Lokasi titik – titik pengukuran tinggi muka air tanah gambut yang dihasilkan melalui alat pengukuran tinggi muka air tanah telemetri. Selain tinggi muka air tanah gambut, alat ini juga mengukur kelembaban tanah, suhu, serta curah hujan pada titik tersebut. data diupdate setiap 30 menit sekali. Untuk lebih detil kunjungi SIPALAGA
Tahun 2021
Harian
Badan Restorasi Gambut
Karakterisasi tren linear kelembaban permukaan tanah di tiap piksel diturunkan dari data radar Sentinel-1 Band C yang di-upscale dari Land Data Assimilation System (LDAS) menggunakan algoritma PYSMM menjadi ukuran piksel 100 meter. Saat ini dataset LDAS menyediakan nilai kelembaban tanah dalam satuan [kg/m^2] di sepanjang seluruh ketebalan lapisan terindikasi. Asumsi yang dibuat adalah massa jenis air dalam tanah adalah 1000 kg/m^3
Tahun 2020
Diperbaharui apabila diperlukan
Prakiraan jumlah (volume) air yang jatuh di permukaan tanah datar selama periode tertentu yang diukur dengan satuan tinggi milimeter (mm) di atas permukaan horizontal
Tahun 2021
Bulanan
Clearinghouse Hidrometeorologi, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
Desa Peduli Gambut (DPG) adalah program pembangunan desa yang berada di wilayah prioritas restorasi BRG. DPG meliputi kegiatan fasilitasi pembentukan kawasan perdesaan, perencanaan tata ruang desa dan kawasan perdesaan, identifikasi dan resolusi konflik, pengakuan dan legalisasi hak dan akses, kelembagaan untuk pengelolaan hidrologi dan lahan, kerja sama antar desa, pemberdayaan ekonomi, penguatan pengetahuan lokal dan kesiapsiagaan masyarakat desa dalam menghadapi bencana kebakaran gambut
Tahun 2017 - 2020
Diperbaharui apabila diperlukan
Badan Restorasi Gambut
Kedeputian Penelitian dan Pengembangan BRG telah melakukan riset aksi dan pilot project dalam kerangka rewetting, revegetasi, revitalisasi ekonomi, dan restorasi gambut terintegrasi. Kegiatan tersebut bekerjasama dengan mitra peneliti yang berasal dari universitas maupun Lembaga/Kementrian terkait. Penelitian ini telah dilakukan dari tahun 2017 sebanyak 61 paket dengan 13 topik penelitian, tahun 2018 sebanyak 42 paket dengan 13 topik penelitian, dan 2019 sebanyak 9 paket dengan 8 topik penelitian. Output dari kegiatan ini adalah hasil-hasil penelitian untuk memberikan dukungan ilmiah terhadap pencapaian target restorasi gambut. Plot percobaan di lapangan disebut dengan plot penelitian yang selanjutnya akan digunakan sebagai plot pembelajaran bagi keperluan replikasi teknologi restorasi gambut di tempat lain
Tahun 2017 - 2020
Diperbaharui apabila diperlukan
Badan Restorasi Gambut
Area prioritas restorasi gambut indikatif dianalisis berdasarkan kriteria gambut terdegradasi yang mempertimbangkan faktor-faktor seperti gambut terbakar, gambut berkanal, kawasan lindung gambut, kawasan budidaya gambut. Analisis ini menggunakan data yang tersedia di kementerian dan lembaga terkait serta publik
Peta ini digunakan oleh Badan Restorasi Gambut untuk mengarahkan perencanaan dan jenis intervensi restorasi gambut yang sesuai berdasarkan faktor degradasi gambut. Peta ini bersifat indikatif dan diperlukan pendetilan dan verifikasi lapangan untuk penentuan implementasi restorasi gambut
Peta indikatif restorasi gambut dibagi menjadi 4 kelas yaitu:
Tahun 2015 - 2017
Diperbaharui apabila diperlukan
Badan Restorasi Gambut
Data ini menunjukkan implementasi kegiatan restorasi berkaitan dengan pembasahan kembali, penanaman kembali, dan revitalisasi. Jenis implementasi restorasi terdiri dari:
Tahun 2017 - 2019
Diperbaharui apabila diperlukan
Badan Restorasi Gambut
Menunjukkan implementasi restorasi gambut di 7 provinsi prioritas BRG yang dilaksanakan dan didanai oleh mitra institusi BRG. Pelaksana restorasi terdiri dari pemerintah, swasta, organisasi internasional, CSO, dan universitas
Tahun 2016 - 2017
Diperbaharui apabila diperlukan
Badan Restorasi Gambut
Batas Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) berdasarkan SK Menteri LHK No. 129 Tahun 2017. KHG adalah ekosistem gambut yang terletak di antara dua sungai, di antara sungai dan laut, dan/atau pada rawa
Tahun 2017
Diperbaharui apabila diperlukan
Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan
Fungsi ekologis ekosistem gambut yang ditetapkan oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Fungsi ekosistem gambut terdiri dari 2 kelas yaitu:
Tahun 2017
Diperbaharui apabila diperlukan
Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan
Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor SK.454/MENLHK/SETJEN/PLA.2/6/2016 tanggal 17 Juni 2016 tentang Kawasan Hutan dan Konservasi Perairan Provinsi Sumatera Selatan skala 1 : 250.000
Tahun 2016
Diperbaharui apabila diperlukan
Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan
Instruksi Presiden RI No 5 Tahun 2019 tanggal 7 Agustus 2019 tentang Penghentian Pemberian Izin Baru dan Penyempurnaan Tata Kelola Hutan Alam Primer dan Lahan Gambut.- Merupakan tindak lanjut dan penyempurnaan dari Instruksi Presiden RI No. 6 Tahun 2017, Instruksi Presiden No. 8 Tahun 2015, Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2013, dan Instruksi Presiden No. 10 Tahun 2011 tentang Penundaan dan Penyempurnaan Tata Kelola Pemberian Izin Baru Hutan Alam Primer dan Lahan Gambut
Tahun 2020
Tahunan
Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Sebaran deteksi titik panas dari FIRMS (Fire Information for Resource Management System) dari Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) Terra/Aqua dengan resolusi spasial 1000 meter dan Visible Infrared Imaging Radiometer Suite (VIIRS) dengan resolusi spasial 375 meter
Tahun 2021
Harian
NASA, diakses melalui Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Hasil penafsiran area bekas terbakar yang teridentifikasi di provinsi sumatera selatan berdasarkan hasil deliniasi berbasiskan citra satelit 2A/B dan Landsat OLI TIRS sepanjang tahun 2015 sampai tahun 2020
Tahun 2015 - 2020
Diperbaharui apabila diperlukan
Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan
Menunjukkan daerah yang berpotensi mengalami kebakaran hutan dan lahan. Peta ini akan dievaluasi secara berkala mengikuti perkembangan data-data yang digunakan dan akan senantiasa ditingkatkan akurasi data yang disajikan
Tahun 2018
Diperbaharui apabila diperlukan
Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan
Sistem Peringkat Bahaya Kebakaran/Fire Danger Rating System (SPBK/FDRS) terdiri dari empat (4) parameter, yaitu:
Tahun 2021
Harian
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Severity: Notice
Message: Trying to get property of non-object
Filename: map/modal-account.html
Line Number: 3
Severity: Notice
Message: Undefined variable: profile_data
Filename: map/modal-account.html
Line Number: 11
2017
Harapan Bersama
1.5 m
3 m
40 cm
2017
APBN
-
-
-
-
-
-
| Aktivitas | Perencanaan |
Implementasi |
|---|---|---|
| Sekat kanal | - unit | - unit |
| Sumur bor | - unit | - unit |
| Kanal timbun | - unit | - unit |
| Area revegetasi | - unit | - unit |
| Revitalisasi | - unit | - unit |
| Aktivitas | Implementasi |
|---|---|
| Sekat kanal | - unit |
| Sumur bor | - unit |
| Kanal timbun | - unit |
| Area revegetasi | - unit |
| Revitalisasi | - unit |
Jumlah desa yang telah diintervensi sampai -
2019
Maaf, saat ini platform PEG Sumsel tidak dapat menarik/memproses data layer . Masalah dapat disebabkan oleh gangguan pada geoserver atau koneksi internet Anda.
Pilih preset (kombinasi layer) yang paling cocok.
Saat ini platform PEG Sumsel masih dalam versi alfa. Konten situs ini dapat berubah sewaktu-waktu seiring proses penyempurnaan sepanjang tahun 2019.
Khusus laman peta interaktif, kompatibilitas masih terbatas untuk resolusi layar desktop/laptop (lebar layar 1280 pixel atau lebih besar) dan belum optimal untuk layar tablet atau smartphone.
Saat ini platform PEG Sumsel masih dalam versi alfa. Konten situs ini dapat berubah sewaktu-waktu seiring proses penyempurnaan sepanjang tahun 2019.
Khusus laman peta interaktif, kompatibilitas masih terbatas untuk resolusi layar desktop/laptop (lebar layar 1280 pixel atau lebih besar) dan belum optimal untuk layar tablet atau smartphone.
Tur singkat ini akan memperkenalkan fitur dasar peta PEG Sumsel dalam 30 detik agar Anda dapat segera menggunakannya. Lewati bila sudah pernah membaca.
Mulailah dengan memilih satu atau lebih layer di menu ini. Pilihan layer Anda akan tampil sebagai panel layer aktif di sisi kiri layar.
Selain sebagai penunjuk legenda peta, layer aktif juga memiliki fungsi filter yang dapat mempertajam tampilan data sesuai kebutuhan Anda. Ada makna di setiap ikon. Cobalah!
Beberapa tampilan peta dapat Anda klik untuk menampilkan panel informasi tambahan.
Terima kasih telah mengikuti tur singkat ini.